“Terlalu banyak terpaan angin dalam kesendirian, terlalu banyak air yang keluar dalam kesunyian, dan terlalu banyak kenangan yang mulai membias diripesakitanmu”
“Kita pernah sedekat urat nadi, namun kini seperti mata yang tak bisa melihat telinga”
“Pertama kau membawaku berdansa, saat kau mulai bosa melihatku lalu membuatku duduk di kursi pesakitanmu, seraya melihatmu tertawa dengannya”
“Aku akan tetap menjaga indahnya cinta kita, meski suatu saat pelangi tak lagi sanggup menjaga indah gresan warnanya”
“Bahkan malampun menangis tak ingin berganti, jika ia tahu esok kau tak lagi bersamaku”
“Bagaimana bisa aku menghapus tentangmu? Jika setiap lagu adalah tentangmu dan deru angin yang kudengar adalah nafasmu”
“Semenjak langkah kita tek berderap, memoriku hilang menjadi sajak yang tak lagi mampu terucap”
“Terperangkap aku dalam penantian, membeku dalam ketidakpastian, sedangkan kau beku dalam ketidak pedulian”